MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com – Penerbangan perdana jemaah haji tahun 1447 H/2026 M dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, resmi dilaksanakan pada Rabu (22/4/2026). Sebanyak 445 jemaah asal Kabupaten Indramayu yang tergabung dalam kloter pertama diberangkatkan menuju Tanah Suci dalam suasana yang tertib dan lancar.
Penerbangan perdana ini menandai dimulainya operasional haji di BIJB Kertajati dengan cakupan wilayah yang lebih luas. Tahun ini, bandara tersebut melayani jemaah dari 19 kabupaten/kota di Jawa Barat, meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya melayani 10 daerah.
Executive General Manager (EGM) BIJB Kertajati, Nuril Huda, menyatakan bahwa seluruh proses keberangkatan, mulai dari asrama haji hingga masuk ke pesawat, berjalan tanpa kendala. Ia juga menyoroti adanya peningkatan signifikan pada kuota penerbangan tahun ini.
“Alhamdulillah, kloter pertama dari Kabupaten Indramayu sudah berangkat. Tahun 2026 ini kita melayani 40 kloter, ada penambahan 12 kloter dibandingkan tahun 2025 yang melayani 28 kloter,” ujar Nuril saat memberikan keterangan di Bandara Kertajati, Rabu (22/4).
Nuril menambahkan, infrastruktur bandara saat ini sangat mampuni untuk melayani lonjakan jadwal. Dengan kapasitas Pemberitahuan Kapasitas Bandara mencapai 18 pergerakan per jam dan kemampuan menangani 4 pesawat berbadan lebar (tubuh lebar) sekaligus, BIJB Kertajati siap melayani hingga tiga penerbangan haji dalam satu hari.
Senada dengan Nuril, Direktur Utama PT BIJB Ronald H. Sinaga mengapresiasi peningkatan kepercayaan pemerintah terhadap Bandara Kertajati. Ia menekankan aspek ketepatan waktu (kinerja tepat waktu) sebagai keunggulan utama layanan mereka.
“Kami selalu mengejar keberangkatan tepat waktu hingga 100 persen. Tadi jadwal bus jam 09.00 WIB, namun pukul 08.45 WIB sudah bisa bergerak. Kami menargetkan tahun depan bisa melayani hingga 80 kloter jika performa tahun ini terus terjaga baik,” kata Ronald.
Berbeda dengan suasana tahun-tahun sebelumnya, keberangkatan di bandara kini berlangsung lebih tenang tanpa kerumunan keluarga jemaah. Hal ini dikarenakan seluruh proses pemeriksaan dokumen dan pelepasan telah diselesaikan secara terpusat di Asrama Haji Indramayu.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Boy Hary Novian, memastikan bahwa 441 jemaah dan 4 petugas yang diberangkatkan dalam kloter pertama ini dalam kondisi sehat.
“Seluruh jemaah sudah mengantongi Kartu Nusuk yang aktif. Asrama Haji Indramayu sendiri kini memiliki 4 tower yang berfungsi maksimal dengan kapasitas tampung hingga 1.600 jemaah atau 4 kloter per hari,” jelas Boy.
Berdasarkan survei awal yang dilakukan secara acak, tingkat kepuasan jemaah terhadap pelayanan di Embarkasi Indramayu hingga proses di Bandara Kertajati dilaporkan cukup tinggi karena alur yang lebih efisien dan ringkas.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.