KUTIPAN – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Aziz Martindasmengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran ganti rugi lahan sagu yang dinilai tidak sebanding dengan manfaat jangka panjangnya.

Hal itu disampaikan Aziz melalui sambungan telepon pada Rabu (1/4/2026). Ia menilai, lahan sagu selama ini memiliki peran penting dalam menopang ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Lingga.

“Jangan mudah tergiur dengan ganti rugi yang tidak seberapa dari lahan-lahan sagu yang produktif untuk jangka panjang kehidupan,” ujar Aziz.

Menurutnya, lahan sagu bukan hanya sumber pangan alternatif, tetapi juga bagian dari ketahanan ekonomi masyarakat lokal. Jika lahan tersebut dialihfungsikan, maka dampaknya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Aziz juga mengingatkan pihak perusahaan agar tidak sembarangan melakukan pembebasan lahan sagu untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit.

“Kepada pihak perusahaan juga dihimbau untuk jangan mudah mengganti lahan-lahan sagu masyarakat dengan uang ganti rugi agar lahan tersebut dialihfungsikan menjadi lahan sawit,” tegasnya.

Ia menambahkan, sagu merupakan salah satu makanan khas masyarakat Lingga yang memiliki nilai strategis, terutama saat terjadi krisis pangan atau lonjakan harga beras.

“Kita berharap perusahaan juga harus memberikan kesadaran masyarakat arti pentingnya pemberdayaan pengolahan sagu yang bisa menjadi salah satu makanan asli masyarakat Lingga pengganti beras,” jelasnya.

Aziz menilai, keberadaan sagu dapat menjadi solusi saat terjadi kelangkaan beras atau harga yang melonjak tinggi di pasaran.

Lebih lanjut, ia juga mendorong adanya peran aktif pemerintah daerah dalam melindungi lahan sagu yang masih tersisa.

“Oleh karena itu, perusahaan wajib melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Bahkan jika perlu pemerintah daerah Lingga membuat suatu Perda tentang kawasan pelestarian lahan perkebunan sagu,” ungkapnya.

Menurut Aziz, regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) sangat penting untuk menjaga keberlanjutan lahan sagu sebagai aset ekonomi dan budaya masyarakat Lingga.(Ino/Dito)

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

Similar Posts