KUTIPAN – Ruslan mengaku gaji pokoknya tidak dibayarkan oleh PT Citra Semarak Sejati atau CSS selama dua bulan sebelum dirinya menerima surat pemutusan hubungan kerja atau PHK.
Ruslan menyebut gaji pokok untuk periode Juli hingga Agustus 2026 tidak dibayarkan perusahaan.
Persoalan pembayaran gaji tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang ingin mendapatkan kejelasan dari pihak perusahaan.
“Selain itu sebelum adanya pemutusan kerja pada bulan Juli hingga Agustus 2026 gaji pokok saya sudah tidak dibayar oleh perusahaan,” ungkap Ruslan, Selasa (8/9/2026).
Sebelumnya, Ruslan telah membuat pengaduan kepada Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Lingga pada 5 Agustus 2026.
Pengaduan tersebut berkaitan dengan persoalan hubungan kerja yang dialaminya dengan PT CSS.
Ruslan juga mengaku telah menerima surat PHK dari perusahaan.
Namun, ia memilih tidak menandatangani surat tersebut.
Menurut Ruslan, alasan penolakannya karena surat PHK tersebut mencantumkan pembayaran berupa tali asih yang akan diterimanya.
Ia berharap perusahaan memiliki itikad baik untuk menyelesaikan kewajiban yang menurutnya masih belum dipenuhi.
“Dengan demikian saya berharap kepada pihak perusahaan agar mempunyai itikad baik memenuhi yang menjadi kewajiban dan tidak menahan hak orang lain sebagaimana yang sudah diatur dalam undang-undang tenaga kerja,” ujarnya.
Sementara itu, persoalan hubungan kerja tersebut hingga kini belum mendapatkan penyelesaian di tingkat Kabupaten Lingga.
Dinas Tenaga Kerja Lingga menyatakan persoalan tersebut akan diteruskan kepada pengawas tenaga kerja Provinsi Kepulauan Riau.
PT Citra Semarak Sejati disebut Ruslan merupakan perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Lingga dalam bidang pertambangan.
Perusahaan tersebut beroperasi di wilayah Cukas, Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat.
Laporan: Toni | Editor: Redaksi
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.