KUTIPAN – Warga Senempek, Desa Limbung, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, tengah menghadapi krisis air bersih akibat kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut dalam tiga bulan terakhir.

Sejak akhir tahun lalu hingga Februari 2026, hujan hampir tak turun di kawasan itu. Dampaknya, sumber air warga menyusut drastis dan sebagian sumur yang tersisa mulai mengalami penurunan kualitas.

Seorang warga, Mahmur, mengungkapkan kondisi sulit yang dialami masyarakat Senempek saat ini.

“Kami di Senempek ini susah air. Tak hujan mau tiga bulan belakangan ini sampai sekarang Februari,” ujarnya belum lama ini.

Menurutnya, untuk sementara warga hanya mengandalkan air dari perigi atau sumur yang ada di sekitar lokasi. Meski tampak jernih, air tersebut memiliki bau yang kurang sedap.

“Jadi untuk sementara sekarang musim kemarau kami ambil air di perigi yang ada di lokasi Senempek, walaupun airnya jernih tapi airnya bau dikit,” katanya.

Kondisi ini memaksa warga untuk berhemat dalam penggunaan air. Tidak semua keluarga mampu membeli air bersih dari luar daerah.

“Ada sebagian yang dapat beli, ada yang tidak dapat. Mungkin penduduk terlalu ramai, orang itu ngambil airnya nggak banyak,” tambah Mahmur.

Harapan agar pemerintah segera turun tangan juga disampaikan warga lainnya, Ata. Ia berharap ada bantuan air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi dengan lebih layak.

“Terkait air bersih, semoga ke depan ada bantuan agar lancar air bersih,” ucapnya.

Tak hanya faktor kemarau, kondisi infrastruktur penampungan air yang rusak turut memperparah situasi. Kepala Dusun Senempek Desa Limbung, Firmansyah, menjelaskan bahwa masyarakat sudah berulang kali mengalami kekeringan setiap musim kemarau.

“Kami di sini masyarakat Senempek hampir tiap tahun kekeringan. Kami berharap perhatian pemerintah agar dapat mencarikan solusinya,” katanya.

Ia menambahkan, bak penampung air milik warga banyak yang bocor, sementara jaringan pipa air sudah lama rusak.

“Kondisi hari ini, bak air kami banyak yang bocor. Pipa air juga beberapa tahun lalu bekas kebakaran, itulah yang buat kami kewalahan,” jelas Firmansyah.

Warga sempat berupaya memperbaiki bak penampung air secara swadaya dalam beberapa hari terakhir. Namun usaha tersebut belum membuahkan hasil maksimal.

“Beberapa hari ini kami berusaha mengatasi bak air, namun hasilnya nihil,” lanjutnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lingga dapat menghadirkan solusi jangka panjang, bukan hanya bantuan sementara saat kemarau tiba.

“Harapan kami Pemda Lingga dapat mencarikan solusi terkait kekeringan yang melanda hampir setiap tahun, apakah itu sumur bor atau solusi lainnya,” tutup Firmansyah.

Krisis air bersih ini menjadi persoalan serius bagi warga Senempek, mengingat air merupakan kebutuhan pokok sehari-hari, mulai dari minum, memasak, hingga sanitasi. Tanpa penanganan cepat, kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada kesehatan masyarakat.

News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film

Kiriman serupa